SELAMAT DATANG | About Us | Contact | Register | Sign In

Liberalisme pada Titik Perubahan

Liberalisme pada Titik Perubahan
Perkembangan liberalisme pada abad ke-17 dan ke-18 berkaitan dengan perubahan sitsuai politik kaum borjuis. Pada masa Revolusi kaum borjuis di Inggris yang pertama, Hobbes memandang  umat manusia sebagai binatang-binatang yang cemas, yang hanya bisa mendapatkan keamanan dengan memberikan kekuasaan absolt kepada Negara.

Kedua ketika kepentingna kaum borjuis lebih terjamin , Locke mendang manusia sebagai makhluk-makhluk bermartabat yang memiliki hak bawaan yang hanya bisa dipertahankan secara efesien  dengan memberikan kekuasaan secara terbatas kepada Negara.

Pada masa Revolusi Industri , ketika kekuasaan golongan borjuis tampak tidak terbatas , Bentham memandang umat manusia sebagai binatang-binatang yang mencari kenikmatan , yang semestinya tidak lagi memberikan kekuasaan kepada Negara lebih dari yang diperlukan demi meningkatkan jumlah kenikmatan bagi manusia.

Yang terkandung dalam tiga bentuk liberalisme itu adalah gagasan bahwa manusia kepentingan individu mereka baik dalam hal keamanan hidup maupun  hak kepemilikan  perlindungan hak, atau peningkatan kenimatan.  Pada mulanya , liberalisme adalah serangan terhadap kaum bangsawan.
Filsafat Sosial Hobbes membela pemusatan kekuasaan di tangan penguasa berdaulat yang mmapu membatasi kekuasaan turun temurun kaum bangsawan dan menjamin kesempatan bagi kemajuan sosial melalui golongan Kaya.

Konsepsi Locke tentang hak alami  yang dimiliki semua oang tidak membenarkan hak turun temurun kaum bangsawan. Namun sesudah Revolusi Industri, kemengan atas kaum bangsawan itu menjadi sempurnna  dan taka da perunya  lagi untuk sennatiasa mengecam hak mereka  yang turun temurun. Kalaupun kaum bangsawan tetap berkuasa , hal ini hanya dimungkinkan dengan jalan mengadopsi metode kaum borjuis  dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Jadi terjadilah suatu perpaduan antara kepentingan ekonomi  dasar kaum bangsawan dan kaum borjuis. Pada saat bersamaan, kekuatan baru harus diperhitungkan: yakni kekuatan para produsen yang tidak mempunyai hak milik, kelas buruh industry.

Dalam konteks ini , pemebelaan atas kesetaraan hak tidak sepenuhnya menjadi kepentingan kaum borjuis. Revolusi perancis telah menunjukan  betapa sulit membendung tuntutan atas ksetaraan itu menjdi kesetaraan didepan hukum. Utilitariansime Bentham, dengan penekannanya ada gagasan bahwa semua orang setara dalam seluruh urusan  kehidupan, yang tidak lain adalah mencapai kenikmatan, berusaha menyingkirkan dari pertimbangan pemikiran segala macam ketidaksetaraan pada kondisi dan kesempatan awal. Filsafat sosial Bentham menyajikan kebahagiaan sebagai pencapaian personal dan ketidak bahagiaan sebagai akibta dari kelemaham personal.

Dimata berbagai kelompok kaum borjuis, utilitarianisme. Bentham itu terlampau radikal. Serangannya terhadap ide-ide moral tradisional  terlampau menyeluruh dalam pandangan semua orang kecuali para kapitalis yang sinis dan para intelektual tertentu. Namun apakah popular atau tidak filsafat sosial Bentham mempersatukan dan merasionalisasikan unsur-unsur penting yang terkandung dalam pandangan dunia dan pemahaman diri kaum kapitalis industri baru.

Antara tahun 1818, ketika sia-sia terakhir sistem gilda dan korporasi dihapuskan , dan pada tahun 1833, ketika benih-benih hukum perlindungan bruh mulai diberlakukan , pasaran tenaga kerja di Inggris telah bebas jika dibandingkan  masa-masa yang manapun sebelumnya.

Berlagsung pula pasar bebas  untuk pertanahan dan hampir seluruh komoditas. Sesudah tahun 1846, dan sesudah perjuangan  politik yang panjang , cukai atas impor gandum dihapus, dan dengan demikian perdangangan luar negeri pun diserahkan pada kekuatan pasar bebas. Namun sesudah puncak ini, berbagai pembatasan mulai diberlakukan terhadap berlangsungnya pasar bebas tu, dan dilakukan pula modifikasi terhadap teori ultirarian.


Posted by Irwantea Sosial
Irwantea Sosial Updated at: Kamis, April 16, 2015
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*
« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Posting Komentar

You comment, I'll visit back your blog. If you have one :)

jurnalisme warga

 
Romeltea Media