SELAMAT DATANG | About Us | Contact | Register | Sign In

Struktur Sosial Dalam Masyarakat Pertanian

Struktur Sosial Dalam Masyarakat Pertanian hal-hal yang menjadi dasar utama dalam sisitem pelapisan sosial (stratifikasi sosial) adalah kepemilikan tanah , jabatan formal, kekayaan harta benda , sealehan , kepandaian dan asal-usul keturunan.

Startifiaksi Sosial pada Masyarakat Agraris di Jawa

Staratifikasi sosial pada masyarakat agarais di Jawa didasarkan pada kepemilikan tanah.

  1. Golongan wong buku atau cikal bakal, yaitu keturunan orang-orang dahulu membuka hutan dan mendirikan desa. Mereka menduduki lapisan paling atas.
  2. Golongan kuli gandok atau lindung, yaitu mereka yang sudah berumah tangga dan telah memiliki rumah, pekarangan, dan tanah garapan, tetapi tidak begitu luas.
  3. Golongan mondok emplok atau magersari, yaitu mereka yang sudah berumah tangga dan mempunyai rumah yang masih menumpang pada tanah pekarangan orang lain.
  4. Golongan ragkapen , yaitu mereka yang sudah berumah tangga , tetapi belum mempunyai rumah dan pekarangan.

Menurut Hofsteede, Startifikasi masyarakat desa dapat disederhanakan maenjadi dua:
1. Golongan elite desa, yaitu kepala desa beserta aparat dan orang-orang yang berpengaruh di desa;
2. Masa (rakyat) yaitu seluruh warga masyarakat biasa.

Stratifikasi Sosial Pada Masyarakat Agararis di Batak
Di daerah Batak golongan yang mendirikan huta (kuta), yaitu kampung beserta sawah ladangnya, menduduki strata paling atas demikian pula para keturunannya. Merekalah yang menguasi tanah , ulayat (hak bersama). Golongan ini disebuat marga taneh.

Jika didasarkan pada tingkatan jabatannya, urutan stratifikasi sosial pada masyarakat Batak adalah
  1. Biak raja, yaitu kaum bangsawan , keturunan raja dan kepala wilayah
  2. Golongan ginemgem
  3. Golongan Dukun , para tukang dan tenaga-tenaga terampil
  4. Para Senima
  5. Rakyat Biasa (tidak meiliki keahlian/keterampilan)

Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Agraris di Aceh
Berdasarkan kekuasaan dalam masyarakat desa (gampong) urutan stratifikasi sosial masyarakat Aceh adalah sebagai berikut.
  1. Keusyik, yaitu kepala gampong yang turun temurun
  2. Teungku, yaitu kepala agama Islam di desa
  3. Ureung tua yaitu majelis desa yang anggotanya para ahli adat.
  4. Rakyat Biasa

Stratifikasi Sosial Pada Masayarakat Agraris Di Pulau Nias.
Berdasarkan kekuasaan yang ada Stratifikasi masyarakat agararis di pulau Nias adalah sebagai berikut.
  1. Golongan siulu, yaitu raja dan para bangsawan
  2. Golongan ere, yaitu para pemuka agama palabegu
  3. Golongan Ono pambua, yaitu rakyat biasa’
  4. Golongan Sawuyu, yaitu para budak

Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Agraris di Kalimantan Tengah
Masyarakat agraris di Kalimantan Tengah terdiri atas suku-suku Danum, Ma’anyan dan Ngaju. Mereka terbiasa melakukan kegiatan berladang berpindah-pindah . Stratifikasi sosial berdasarkan pada jabatan, pengaruh, dan luasnya pengetahan.

Didesa orang yang menduduki strata teratas adalah kepala desa urusan administrasi yang disebut pambekal, kepala adat (penghulu), dan dewan rang tua disebut mantir. Para penghulu berada di bawah kepala adat tingkat kecamatan yang disebut demang.

Pembekal harus orang terdidik , punya pengaruh besar, relative kaya, dan terpilih oleh sebagaian besar warga desa. Wasalam…******


Posted by Irwantea Sosial
Irwantea Sosial Updated at: Sabtu, Mei 09, 2015
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*
« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Posting Komentar

You comment, I'll visit back your blog. If you have one :)

jurnalisme warga

 
Romeltea Media